skip to main |
skip to sidebar
MAKIN BANYAK WARTAWAN MATI MUDA...
Makin banyak saja wartawan yang mati muda. Usia wartawan yang menghadap Tuhan ini umumnya belum 50, bahkan belum 40. Bahkan, di bawah 30.
“Kalau sudah takdir, mau bagaimana lagi?” berkata orang bijak.
Lukmanul Hakim dari Republika meninggal ketika sedang meliput SEA Games di Laos. Vincentia Hanni (Kompas) meninggal karena kanker. Kemudian Yan Arsil (RRI) dan Agus Sofyan (Jurnal Nasional) juga berpulang. Mereka meninggal dalam pekan ini. Selamat jalan, Kawan!
Kita belum cek daftar wartawan yang berpulang dari berbagai daerah di tanah air. Lukmanul Hakim cs yang meninggal hampir bersamaan ini masuk kategori meninggal secara wajar. Karena penyakit, kelelahan, dan sebagainya.
Yang lebih tragis, ada juga teman wartawan yang meninggal secara tidak wajar. “Dihabisi” gara-gara berita yang ditulis di koran atau disiarkan di radio atau televisi. Contohnya: Prabawangsa dari Radar Bali.
Sidang kasus pembunuhan Bung Praba ini sudah berlangsung cukup lama, tapi kasusnya belum juga jelas. Bagaimanapun juga aparat penegak hukum harus benar-benar serius karena kasus ini mendapat perhatian kalangan media di Indonesia. Kita tak ingin kasus pembunuhan wartawan berulang dan berulang lagi.
Atmakusumah Astraatmadja, wartawan senior, guru wartawan, dan mantan ketua Dewan Pers, dalam setiap kesempatan selalu mengimbau wartawan-wartawan muda agar selalu menjaga kesehatan. Makan makanan bergizi. Banyak-banyak minum bir... eh air putih. Istirahat cukup. Relaks. Jangan lupa olahraga.
“Polusi dan tingkat stres wartawan sekarang jauh lebih parah ketimbang zaman saya dulu,” kata Pak Atmakusumah yang diulangi lagi di harian Kompas edisi 14 Desember 2009. “Ini membuat banyak wartawan sekarang meninggal di usia relatif muda.”
Pak Joko Hadiputranto, wartawan senior di Surabaya, sejak dulu prihatin dengan kesehatan wartawan. Setiap bertemu wartawan--entah reporter magang, wartawan muda, senior, hingga sangat senior--Joko selalu bertanya tentang kesehatan dan riwayat penyakit. Pertanyaan-pertanyaan Mas Joko antara lain:
“Selama satu tahun ini kamu sakit berapa kali? Sakit apa? Sudah ke dokter? Bagaimana hasil check-up terakhir? Tidurmu enak nggak? Istri dan anak-anakmu sehat nggak? Sekolahnya bagaimana?”
Hasil survei kecil-kecilan Pak Joko di Surabaya ini mengejutkan. Sebagian besar wartawan ternyata punya riwayat penyakit baik yang kecil, sedang, hingga gawat. Asam urat, ginjal, diabetes, lever, sulit tidur, hingga yang berat-berat macam stroke dan serangan jantung.
“Kalian wartawan yang masih muda-muda jaga kesehatan baik-baik. Ingat, senior-senior Anda, pensiunan wartawan, banyak yang bergelut dengan komplikasi penyakit,” kata Pak Joko.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar